Archive for the ‘Musik’ Category

Main Musik di Natalan KMK ITB

January 5, 2008

Hari ini, gw bersama teman2 gw  bermain musik di acara natalan KMK (Keluarga Mahasiswa Katholik) ITB. Gw bermain gitar dalam acara kali ini.

Serunya adalah, lagu dan aransemen baru diulik di kos gw kemarin jam 9 malam, ha3.. Dan hari ini jam 11 siang kita baru berlatih di studio (padahal jam 7 mlm-nya tampil). Yang gw agak sayangkan, karena pengerjaan aransemen yang waktunya terlalu mepet, jadi tidak maksimal, padahal banyak improvisasi yang bisa dilakukan lebih banyak lagi.

Ada 3 lagu yang kami suguhkan. Lagu pertama adalah lagu dari Andre Hehanusa yang berjudul “Karna Ku Tahu Engkau Begitu”. Bedanya, kl di album hanya suara gitar, kali ini diisi oleh suara gitar, keyboard (pake suara organ), bass dan drum. Namun karena pada lagu ini kita mengusung konsep easy listening, maka drum hanya sebagai penentu beat saja, jadi nyaris tidak ada improvisasi. Untuk lagu ini, gw memakai gitar semi elektrik agar terdengar lebih soft.

Yang kedua adalah lagu “Hai mari berhimpun” dengan aransemen seperti di album Glenn Fredly yang berjudul “terang”, yang kemudian di-medley dengan lagu “Gita sorga bergema”. Nah, untuk lagu ini gw memakai gitar elektrik karena membutuhkan suara seperti gitar blues untu mengisi.

Secara keseluruhan, gw puas. Sound system-nya OK, semua alat musik +vokal terdengar balance dan tidak ada masalah feedback. Pada saat bermain, kami bermain rapih dan hampir mendekati aransemen yang sudah kita ulik dan latih bersama di studio (ada beberapa part di lagu, yang drummer kami membuat kesalahan, namun tidak terlalu signifikan). Pokoknya OK dah, he4.. :D .

Main Musik di Kenari Mas

December 26, 2007

 (Ditulis tanggal: 22 Desember 2007)

Jadi ceritanya pagi-pagi di hari jumat, hari kedua gw di Jakarta, gw dikasi tau bokap gw kl gw bakal maen sebagai keyboard filler di acara natal gabungan di gereja gw di bangunan Kenari Mas yang baru. Sebelumnya, keyboard filler itu istilah buat pemain keyboard yang tugasnya sebagai pengisi / penopang / pelengkap buat keyboard leader (kl anda di gereja dan ada yang main piano atau keyboard dengan suara piano, nah itu keyboard leaderJ). Biasanya suara yang diambil oleh filler sekitar strings, brass, trumpet, oboe, dll.

Untuk jaga-jaga dan juga kebetulan di rumah gw ada keyboard ROLAND E-16, jadi gw bawa aja tuh keyboard, he4.. Karena gw dah hafal susunan dan nomor-nomor sound yang pasti dan mungkin dibutuhkan buat ntar gw main jadi filler.

Acaranya jam 7 malam, dan gw tiba disana jam 5 sore. Pas gw liat, ternyata mereka menggunakan ROLAND RD-300sx sebagai leader dan ROLAND EXR-5 sebagai filler. Kebetulan keyboard gw di Bandung adalah ROLAND EXR-7 dan gw pernah bermain sebagai keyboard filler di acara Penerimaan Mahasiswa Baru Gabungan UPI dan ENHAI di Bandung (maaf nggak ada ceritanya, soalnya blum nulis blog pas masa itu, he4). Singkat cerita (??) gw nggak jadi pake ROLAND E-16 dan memakai EXR-5. Oh y satu lagi, EXR itu generasi yang lebih baru dari seri E, he4..

Walaupun begitu, sebenarnya untuk filler gw lebih suka memakai KORG daripada ROLAND. Alasannya karena ROLAND suara strings-nya tipis jadi kurang ”sreg” kalo buat lagu pelan atau lagu pujian yang  full strings kaya lagu True Worshipper, dll. Tapi karena adanya gitu, yaa uda, tancap ajaJ .

Pas main, ternyata karena ada something di pengaturan sound-nya, jadinya suara keyboard gw kaga kedengeran sama sekali, agak kecewa juga sih tapi ya uda lah, mau gimanaJ. Uda nggak kedengeran, budeg lagi telinga gw gara2 suara gitar dan bass-nya gede banget, mana pas telinga gw pas di sebelah amply mereka lagi,hahaha.. Gile bener, itu ampe pas khotbah kan pemusik turun dari panggung, itu sampe telinga gw masih berdenging sepanjang khotbah, ha4

Tapi overall seneng lah bisa main bareng di gereja Jakarta lagi,he4. Sebenernya gw diminta main lagi buat kebaktian hari minggu-nya tapi karena gw mesti berangkat ke Jogja, jadi nggak bisa deh.

Saat ini pas gw nulis blog ini, status gw adalah masih di rumah dengan pesawat yang akan berangkat 2 jam lagi, he4.

Main drum di Natalan SION ITB

December 16, 2007

Pada hari sabtu kemarin ini, gw maen di natalan SION…Terakhir gw bermain drum tu ada kali 1 tahun yang lalu, he4. Pas latihan di studio, tangan dan kaki gw rasanya kaku banget terutama dalam bikin improvisasi, wah pokoknya sering banget gw bikin kesalahan dalam beat, tempo banyak dah..

Nah pas hari H-nya gilee bener, rasanya kalo ada kesalahan yang dilakukan oleh tim PM (Pelayan Mimbar) itu 90% disebabkan oleh gw deh..Setelah itu gw jadi berpikiran “Hmmm mungkin spesialisasi gw bukan di drum hehehehe”.

Aliran Musik Gereja Yang Kontroversi….

November 22, 2007

Saat ini banyak tanggapan di kalangan masyarakat kristen tentang musik yang bagaimana yang harus diterapkan di gereja. Ada yang berkata bahwa, Roh Kudus adalah tertib, dan jika di gereja dinyanyikan musik yang menurut mereka hard atau ribut,  serta dipakai alat-alat musik seperti drum, electric guitar, dan lain-lain maka tidak ada yang namanya penghormatan kepada Roh Kudus. Namun ada juga yang berkata bahwa “Aku akan menari sperti Daud menari..”, yang artinya mereka berpikiran bahwa memuji dan menyembah Tuhan harus diekspresikan dengan bebas, sperti hillsong, symphony music, dan lain-lain serta banyak pemikiran-pemikiran lain tentang aliran musik dalam gereja.

Dalam menyikapi hal ini, saya teringat akan khotbah dari Pdt Welyar Kauntu dalam suatu acara di Jakarta. Beliau berkata bahwa aliran musik dalam gereja dipengaruhi oleh budaya dimana gereja terebut berada. Seperti contoh, ada sebuah gereja di Amerika yang musiknya rap, dan hadirat Tuhan turun dengan luar biasa saat kebaktian itu. Ada juga gereja Jamaica  di Inggris yang musiknya reggae dan dikisahkan di khotbah tersebut bahwa mereka menyanyikan lagu shout to the Lord diiiringi musik raggae, wao! Dan semua orang sangat menikmati pujian dan penyembahan itu.

Namun pertanyaannya adalah, bagaimana jika musik seperti itu kita mainkan di gereja di Indonesia??

Dipastikan bahwa acara akan garink dan mungkin sebagian besar dari jemaat akan tidak menikmati pujian dan penyembahan tersebut.. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan budaya kita dengan bangsa barat, istilahnya telinga kita kurang familiar dengan musik-musik seperti itu., sehingga kita kurang in tune dengan kondisi pujian dan penyembahan saat itu.

Intinya adalah, menurut saya yang penting bukan terletak pada aliran musik seperti apa, alat-alat musik seperti apa yang harus ada yang harus kita fokuskan namun sikap hati kita lah yang menentukan apakah pujian dan penyembahan yang kita naikkan berkenan di hati Tuhan. Mau musiknya jazzska, rock n roll, dll bila kita memuji dan menyembah Tuhan dengan segenap hati, maka Tuhan akan berkenan. Bila dengan diiringi dengan musik rock, bisa tercipta biduan, nyanyi-nyanyian kepada Tuhan seperti hillsong, why not?..:)

Seperti ada ayat di alkitab yang berbunyi “Manusia melihat apa yang kelihatan, namun Tuhan melihat hati…”, sori lupa ayatnya dimana..:P

Bermain Musik di Acara Wisudaan…

November 20, 2007

    Pada acara wisudaan baru-baru ini, saya dan rekan-rekan nge-band di acara malam wisudaan. Jadi acara pelantikan para wisuda akan dilakukan pada hari sabtu, dan tradisi di ITB adalah, pada jumat malamnya akan ada acara atau lebih tepatnya perayaan di himpunan mahasiswa masing-masing jurusan (misalkan jika teknik kimia maka HIMATEK, kalau teknik material MTM, dsb).

Dan salah satu acaranya adalah live band. Pada acara ini, saya bermain electric guitar. Ada 3 lagu yang kami mainkan, yang pertama adalah best I ever had dari Vertical Horison (saya aransemen sendiri), Lepaskan diriku dari J-rock (sesuai aransemen aslinya), dan terakhirnya adalah Can’t take my eyes off of you (benar-benar diaransemen abis).

Urutan lagu tersebut disusun atas pemikiran sebagai berikut: Awalnya adalah lagu dengan aransemen yang sangat biasa, tujuannya untuk memusatkan perhatian penonton kepada kami, dan sekaligus menaikkan mood mereka, kemudian di lagu kedua langsung digeber dengan lagu kencang. Sengaja sesuai dengan aransemen asli agar penonton lebih familiar saat menyanyikan lagunya, kemudian di lagu yang terakhir, di tengah-tengah lagu, saya merancang adanya solo performance dari masing-masing pemusik sambil diperkenalkan oleh sang vokalis sekaligus sebagai penutup band kami..

Untuk lagu can’t take my eyes off of you alias lagu terakhir ini,  saya merancang iramanya adalah jazz latin, sayang kurang suara saxophone karena tidak ada pemainnya,he4.  Pada saat kami memainkan lagu ini,  para wisudawan ikut menari di depan. Tanggapan penonton sangat bagus, bahkan sampai ada yang standing applause, benar-benar di luar dugaan, karena sebetulnya mungkin ada kesalahan di monitor panggung sehingga kami tidak dapat mendengarkan suara instrumen yang kami mainkan, hanya suara drum saja yang dapat kami dengar saat kami di panggung…

Wah nggak sabar nih, nunggu kesempatan nge-band di wisudaan lagi, he4…

Tips-tips Latihan Musik di Studio (part 1)

November 20, 2007

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya mengenai kategori band dilihat dari aransemennya, maka saat ini saya akan share mengenai latihan musik band yang memainkan lagu dengan aransemen yang persis dengan aransemen yang sudah ada.

Kita sering mendapati lagu yang nasinya sama, lauknya beda. Maksudnya adalah, lagunya sama namun dinyanyikan dengan aransemen yang berbeda-beda. Latihan musik untuk band kategori ini biasanya dihabiskan untuk “merapikan” aransemen yang telah dibuat atau bahkan sedang dibuat ketika latihan. Agar latihan ini efektif, penting adanya kejelasan mengenai “jabatan” arranger dalam band ini. Maksudnya adalah penting adanya seseorang yang ditunjuk sebagai pengulik aransemen lagu yang tersedia, bukan artinya personel yang lain tidak boleh mengaransemen, yang lain boleh namun dianggap hanya sebagai masukan, dan selanjutnya sang arranger-lah yang menentukan seperti apakah “alur” suatu lagu akan dimainkan.

Karena musik adalah ajang ekspresi diri, maka tidak ada aturan pasti dalam penggarapan aransemennya, syaratnya hanya satu, enak didengar! Hal ini bersifat subjektif.

Sebagai seorang arranger hendaknya and membuat catatan mengenai aransemen lagu yang telah anda buat, tujuannya adalah agar pada saat latihan, semuanya jelas dan mempunyai objective. Alangkah baiknya jika anda dapat membaca dan membuat partitur not balok maupun angka, namun jika anda adalah musisi yang bergantung 100 % pada feeling, maka anda cukup membuat catatan seperti di bawah ini

pict0526.jpg

Oh y, tambahan lagi, sebenarnya sih optional sifatnya..Untuk menambah kerapihan aransemen suatu band, sebaiknya chord lagu juga anda catat, agar pada saat latihan tidak usah menyamakan chord-nya terlebih dahulu..

Jenis-jenis Band Dilihat Dari Aransemennya

November 20, 2007

Jika anda akan bermain musik dalam suatu acara, latihan bersama merupakan suatu keharusan dan biasanya menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan suatu band dalam “menghibur” para audience-nya. Bagi saya, latihan musik itu mempunyai gaya dan gaya tersebut dipengaruhi oleh jenis band-nya (bukan aliran musiknya). Saya mengkategorikan hal ini menjadi 3 kategori:

 

1. Band yang memainkan lagu dengan aransemen yang persis sama dengan
aransemen yang sudah ada,

2. Band yang memainkan lagu dengan aransemen yang mereka cipatakan sendiri,

3. Band yang menciptakan lagu sekaligus aransemennya sendiri.

 

Kebetulan saya banyak berkecimpung di kategori pertama dan kedua, sehingga untuk tulisan-tulisan selanjutnya saya akan banyak bicara mengenai band kategori pertama dan kedua.