Suatu saat, saya datang ke sebuah gereja katolik di Jakarta.. Menit demi menit berlalu, hingga datanglah saat dimana pastor menyampaikan khotbah kepada para jemaat. Pada awal khotbahnya, pastor tersebut berkata seperti ini
“….Saat ini, gereja kristen protestan di Indonesia dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah gereja-gereja seperti GKI, Orthodoks, dan menurut saya mereka masih bisa diajak ngomong dan berdiskusi. Sedangkan yang satu lagi yang nyanyi dan berteriak-teriak seperti orang kesetanan, jangan dianggap, saudara. Yang ini nggak ada otaknya…”
Yang membuat saya kaget adalah reaksi para jemaat yang tertawa!..Sungguh di luar dugaan saya. Kemudian saya berpikir, “apakah ini penilaian orang-orang di luar kharismatik terhadap aliran gereja yang beraliran kharismatik??”.. Saya tidak marah akan perkataan pastor tersebut, semua orang mempunyai pemikiran yang berbeda-beda, meskipun menurut saya tidak tepat saja moment-nya untuk mengatakan hal tersebut. Saya juga tidak menuduh katolik mempunyai pemikiran seperti itu terhadap kharismatik, namun kegundahan hati saya ini berlaku universal… Masalahnya tidak saat itu saja saya mendengar komentar-komentar sperti itu, namun berkali-kali di berbagai tempat dan acara….